
Media Cirebon- Satu unit mobil odong-odong tertabrak kereta api, tepatnya di Kampung Silebu, Desa Silebu, Kecamatan Krangilan, Kabupaten Serang, Banten. Dinyatakan sembilan orang tewas di tempat dalam peristiwa ini.
Kasat Lantas Polres Serang banten, AKP Tiwi Afrina telah mengatakan, kecelakaan maut ini bermula saat mobil odong-odong yang dinaikinya sekitar 20 orang, melaju dari arah Walantaka ke Krangilan.
Identifikasi jenazah korban yang meninggal dalam kecelakaan mobil odong-odong tertabrak kereta api ini di bawa ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang telah selesai. Tangis keluarga korban pun pecah saat dipanggil petugas untuk segera mendatangi rumah sakit.
proses identifikasi terhadap 9 jenazah korban kecelakaan odong-odong tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam. Keluarga korban yang sejak menunggu dari pukul 12.00 WIB tampak sabar menunggu hasil identifikasi dari tim forensik di RSDP Serang banten.
Air mata satu per satu anggota keluarga korban meneteskan air mata ketika salah seorang petugas yanh memanggil untuk memverifikasi apakah benar anggota keluarganya. Setelah identifikasi selesai, jenazah langsung dimandikan di rumah sakit tersebut. Pihak keluarga dari 9 korban tewas tersebut setuju untuk dimandikan langsung di rumah sakit.
Ketua RT Desa Cibetik, Walantaka, Mansur, telah mengatakan korban tewas dalam kecelakaan ini berjumlah 9 orang, yang terdiri dari 3 anak-anak dan 6 ibu-ibu. Mereka tinggal di desa yang sama.
"Semuanya satu RT dan satu desa, ada 9 yang dibawa ke sini (kamar jenazah) semuanya perempuan, 6 ibu-ibu 3-nya anak-anak," ujar Mansur, Selasa (26/7).
Setelah identifikasi selesai, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Proses pemulangan jenazah kecelakaan maut ini dibantu oleh pemerintah setempat.
Tampak terdapat 9 mobil ambulans telah disiagakan untuk mengantar jenazah ke rumah duka ke kampung halaman masing-masing.