
Media Cirebon - Bayi yang dinamakan Nayla Murti Qaadah di Indramayu ini telah divonis mengalami kelainan Atresia Ani atau anus imperforata Atresia ani adalah kelainan lahir hal ini yang menyebabkan anus tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, penderita atresia ani tidak dapat mengeluarkan tinja secara normal pada umumnya.
Bayi yang berusia 8 bulan yang merupakan putri pertama pasangan Nurwati dan Mujtaidin itu juga mengalami kelainan yakni memiliki kelamin yang kecil dan tidak memiliki rahim.
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Indramayu pun mengunjungi tempat kediaman Nayla Murti Qa'adah di Desa Bogor, Kecamatan Sukra untuk melihat langsung kondisi bayi yang malang tersebut.
"Karena kondisi yang seperti itu, Dede Nayla ini terpaksa buang air lewat melalui lubang buatan pada bagian perut sebelah kiri," kata Koordinator LPAI Indramayu, Adi Wijaya.
Adi Wijaya juga menyampaikan, kondisi yang seperti ini sudah dialami Nayla sejak ketika lahir.
Kedua orang tuanya juga sangat khawatir dengan kondisi anaknya Nayla.
Mereka sangat berharap agar anak sematawayangnya itu bisa sembuh dan normal seperti anak-anak yang pada umumnya.
Diketahui, kedua orang tua Nayla inj hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Hal ini, yang membuat keduanya sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan anaknya Nayla.
Nayla dan kedua orang tuanya diketahui bahwa ia masih menumpang di rumah orangtua karena kesulitan ekonomi.
"Orang tua nayla Murti Qaadah ini hanya kerja serabutan, itu juga kalau ada panggilan untuk bekerja. Kalau tidak ada panggilan kerja ya nganggur di rumah aja," ujar dia.
Dalam hal ini, LPAI akan berupaya agar Nayla ini bisa mendapat penanganan yang layak agar bisa kembali normal seperti anak-anak lain pada umunya.
LPAI rencananya akan mencoba menggandeng instansi yang terkait untuk membantu keperluan keluarga Nayla selama pengobatan maupun untuk biaya berobat bayi yang malang tersebut.
Sebelumnya, Nayla ini sudah dibawa berobat ke RSUD di Indramayu dan dirujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon.
Namun, karena kondisinya yang sangat parah, Nayla disarankan untuk dibawa berobat ke RSHS di Bandung.
"Ini agar dede Nayla bisa secepatnya sembuh dan normal seperti anak-anak pada umunya, kasihan sekali kondisinya," ujar dia. (Media Cirebon)