Bupati Cirebon Siap Melindungi Warganya yang Telah Dituding Sebagai Hacker Bjorka


Media Cirebon - Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebutkan ia akan melindungi salah satu warganya yang dituding sebagai hacker Bjorka.

Imron juga mengatakan pemerintah daerah wajib untuk melindungi warganya yang mengalami tindakan yang tidak menyenangkan atau pun dirugikan.

“Yang bersangkutan telah mengalami ketakutan. Pendampingan ini juga sudah dilakukan oleh pihak Polres Cirebon Kota,” kata Imron saat ia ditemui Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (15/9/2022).

Warga Kabupaten Cirebon, Muhammad Said Fikriansyah yang dituding sebagai hacker Bjorka yang beberapa waktu terakhir ini ramai diperbincangkan karena membongkar data pribadi pejabat tinggi negara.

Tudingan Fikriasnyah sebagai seorang hacker yang berawal dari unggahan akun instagram @volt_anonym yang menyebutkan Bjorka memiliki nama asli Muhammad Said Fikriansyah.

"Saya bukan hacker Bjorka," kata Said Fikriansyah.

Fikriansyah juga mengaku, sehari-sehari ia bekerja sebagai tenaga harian lepas editing video untuk membuat konten YouTube. Ia juga kaget dengan adanya tudingan sebagai hacker bjorka.

Ia juga mengaku, tuduhan tersebut yang membuatnya sangat terganggu, "Sangat terganggu sekali," kata Fikriansyah.

Nama Hacker Bjorka dalam beberapa tahun terakhir ramai diperbincangkan. Namanya melejit setelah ia menggungah data registrasi SIM card hingga membocorkan data pribadi para petinggi negeri Indonesia.

Bjorka ini ditemukan dalam BreachForums. Bergabung pada tanggal 9 Agustus 2022, reputasi pembobol tersebut sudah mendapatkan bintang sebanyak enam.

Debut peretasan yang dilakukan Bjorka pertama kali yakni, ia menggungah data pelanggan Tokopedia sebesar 24 GB. Dalam data tersebut, berisikan user ID, password, nomor telepon, dan juga email.

Pembobolan data kedua yang dilakukan oleh Bjorka menyasar kepada media sosial Wattpad. Sebanyak 270 juta lebih data milik pengguna yang berisikan nomor kontak, email, dan password yang berhasil didapatkan.

Salah satu perusahaan layanan penyedia internet, IndiHome juga menjadi korban dari Bjorka. Data 26 juta lebih pengguna telah bocor. Dalam data tersebut, terdapat nomor induk kependudukan (KTP), gender, hingga nama lengkap.

Kemudian terdapat juga sebanyak 1,3 miliar data registrasi SIM card dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak luput dari aksi peretasan. Di dalamnya, terdapat juga nomor telepon, nomor induk kependudukan, dan tanggal registrasi.