
Media Cirebon - Jumlah korban yang diduga keracunan nasi Tumpeng syukuran di Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bertambah menjadi empat orang pada Jumat (2/9/2022) pagi, sehingga total ada 13 orang yang mengalami keracunan.
Ke 13 warga ini telah mengalami rasa pusing, mual, muntah, dan buang air besar seusai menyantap makanan yang berupa nasi kuning, ayam goreng, telur dan oseng soun, dan lauk pauk lainnya. Beberapa jam setelah menyantap makanan syukuran dari tetangga tersebut, mereka mengalami gejala keracunan.
Tim medis terus melakukan serangkaian penanganan untuk memberikan pertolongan pada para korban keracunan.
Wakil Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon Dokter Ferdinan Sutejo telah menyampaikan, ada empat warga yang masuk kedalam ruang UGD pada hari Jumat pagi tadi.
Para warga ini juga menyampaikan keluhan yang sama seperti warga lainnya yang masuk lebih awal pada Kamis (1/9/2022) malam.
"Yang sempat kami tangani terkait dugaan atas keracunan ini berjumlah sembilan orang yang masuk ruangan UGD tadi malam. Pagi ini bertambah menjadi empat warga lagi. Jadi total semua ada 13 warga yang keracunan," kata Dr Ferdinan. Sebagian pasien berusia anak-anak.
Ferdinan juga menerangkan, sebagian warga ini diduga keracunan makanan. Diduga para pasien yang mengonsumsi makanan yang kurang higienis, sudah lama, atau sudah kadaluarsa. Makanan ini yang membuat kondisi tubuh pasien bereaksi.
"Sebagian warga ini merasakan mual sehingga muntah-muntah, ada juga yang merasa pusing, tidak enak, hingga dehidrasi. Tim medis juga melakukan serangkaian penanganan sesuai dengan gejala yang dikeluhkan oleh pasien," sambung Ferdinan.
Hingga Jumat (2/9/2022) siang, kondisi terbaru para pasien sudah sangat membaik. Ada sembilan warga yang masih dirawat, sementara empat warga yang lainnya masuk UGD sudah dalam kondisi membaik. Mereka diizinkan boleh kembali ke rumah untuk proses pemulihan.
Astuti, salah satu anak dari korban yang diduga keracunan nasi syukuran tumpeng ia menyampaikan bahwa kondisi bapaknya ini masih lemas. Ayah Astuti juga mengaku mengeluhkan kepala yang pusing dan juga buang air dengan durasi yang sering.
"Bapak kemarin habis ikut makan acara syukuran rumah baru. Jam 15.00 WIB tiba-tiba bapak merasa pusing, terus buang air berkali-kali," kata Astuti.
Astuti juga langsung melaporkan kepada pihak perangkat desa, lalu untuk dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis. Beruntung, pada Jumat siang, kondisi bapaknya sudah berangsur pulih kembali