
Media Cirebon - Operasi pasar murah (OPM) yang digelar di Kota Cirebon guna untuk menjaga daya beli masyarakat. Dalam OPM itu, telur yang menjadi komoditas paling banyak diburu oleh masyarakat.
OPM ini digelar selama empat hari berturut-turut mulai Senin (5/9). OPM dilaksanakan di sejumlah lokasi yang berbeda. Jika dua hari sebelumnya operasi pasar murah dilaksanakan di kawasan Pasar Perumnas, maka hari ini dan besok digelar di Pusat Grosir Cirebon (PGC).
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebutkan, selama pelaksanaan Operasi Pasar Murah, dagangan yang paling diserbu oleh masyarakat adalah telur ayam.
"Saat hari pertama OPM, kami telah menyiapkan sebanyak 200 kilogram telur ayam dan langsung habis hanya dalam waktu setengah jam," kata Iing, Rabu (7/9).
Melihat tingginya antusias masyarakat, maka pada hari kedua OPM, komoditas telur ini ditambah sehingga menjadi 300 kilogram. Seperti hari pertama, telur pun langsung habis terjual dalam waktu yang tidak lama. Setiap konsumen pun dibatasi dalam pembelian telurnya masing-masing hanya memperoleh dua kilogram.
Dalam OPM tersebut, telur yang dijual seharga Rp 22 ribu per kilogram. Bahkan, jika ada konsumen yang membayar telur menggunakan QRIS dari bank tertentu, harganya hanya Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan di pasaran, saat ini harga telur sudah mencapai Rp 29 ribu per kilogram.
Untuk OPM hari ketiga (Rabu) dan keempat (Kamis), masing-masing telah menyiapkan telur sebanyak 300 kilogram per hari. Selain telur, komoditas lain yang dijual dalam Operasi Pasar Murah tersebut adalah beras medium, gula, terigu dan minyak goreng.
"Kita menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) guna untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga inflasi terkendali," tandas Iing.