Puluhan Siswa Pelajar di Cirebon Diduga Hendak Tawuran Diamankan Polisi


Media Cirebon - Polsek Arjawinangun Polresta Cirebon telah mengamankan puluhan pelajar SMP dan SMA yang nongkrong-nongkrong pada saat jam sekolah. Mereka bergerombol di Tempat area Pemakaman Umum (TPU). Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, para pelajar ini pun langsung dibawa ke Polsek setempat.

Setelah itu, petugas memeriksa tas para pelajar satu per satu, hasilnya tidak ditemukan senjata tajam. Namun di dalam tas salah satu pelajar tersebut, petugas menemukan spanduk yang bertuliskan "SERANG LAWAN TAKLUKAN".

Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata para pelajar ini berasal dari beberapa sekolah yang berbeda di antaranya adalah SMP dan SMA dari Desa Gegesik, Susukan, Arjawinangun, Palimanan, dan Panguragan.

Kapolsek Arjawinangun Polresta Cirebon Kompol Sayidi telah mengatakan, pihaknya pun telah mengamankan puluhan pelajar saat petugas melakukan patroli gabungan.

“Patroli ini yang meliputi dari  gabungan Unit Intelkam dan Unit Binmas Polsek Arjawinangun Polresta Cirebon telah berhasil gagalkan puluhan pelajar yang diduga hendak tawuran. Sedikitnya ada sekitar 21 siswa pelajar yang sedang bergerombol,” katanya, Jumat (14/10/2022).

Mereka bergerombol di sekitar tempat pemakaman umum saat jam pelajaran masih berlangsung.

"Iya ada sebanyak "Dua Puluh Satu" Siswa SMP dan SMA beserta 12 unit sepeda motor yang dibawa oleh para siswa tersebut. Mereka ini bolos sekolah, sedang duduk-duduk dan bergerombol di tempat pemakaman umum,” imbuhnya.

Setelah para siswa tersebut diamankan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah dan orang tua untuk selanjutnya diberikan pembinaan.

"Kita telah berkoordinasi dengan pihak Sekolah masing-masing, dan juga memanggil orang tua siswa tersebut untuk datang ke Polsek Arjawinangun. Kemudian para siswa dan orang tua tersebut, didampingi oleh para guru untuk diberikan pemahaman dan imbauan agar mengawasi anak muridnya tersebut," tandasnya.

Karena tidak ditemukan tindak pidana, para pelajar ini kemudian dikembalikan ke orang tuanya masing-masing dengan disaksikan oleh gurunya.