
Media Cirebon - Sebuah video yang diduga sosok seorang musafir Joko Kendil kepergok naik motor.
Video Menjadi viral setelah diunggah di akun Tiktok milik @diokartanegara pada Hari Selasa (11/10/2022).
Seorang Pria ini yang diduga sosok musafir Joko Kendil itu mengenakan baju, celana dan menggendong tas serba hitam, memakai penutup kepala hitam dan juga membawa caping bewarna hijau.
Setelah disalip oleh pengendara dan menoleh, ternyata sosok berbaju hitam itu adalah Joko Kendil.
Video tersebut direkam pada saat dimalam hari, sedangkan dari keterangan pengunggah tersebut, video itu direkam saat subuh.
Dari Unggahan video di akun Tiktok mendapat banyak komentar dari netizen.
@Nisapurple: "naik ojek truss macam nya dibonceng sebelah mana maaf sy nanya" 😳
@ujang3968: "macan putihnya masih tidur. terpaksa naek ojek"
@Public Justice: "mungkin itu kang ojek kasian, makanya beri tumpangan sama mbah"
@Ahmad07: "kuat banget macannya bisa di naikin 2 org. cepat banget larinya"
@dinauu.: "macan putih nya masih ngantuk soalnya masih subuh wkw"
Siapa Joko Kendil Yang Sebenarnya? Sosok Viral Berpakaian Pendekar yang Mengaku Menaiki Macan Putih
Banyak kisah yang ditulis di berbagai media sosial dan semakin ramai dengan beragam dugaan. Ada juga sebuah informasi yang diunggah ke media sosial yang menyatakan bahwa Joko Kendil ini merupakan sosok yang memiliki ilmu spiritual, sehingga ia memiliki kesaktian berjalan kaki dengan cepat dari satu tempat lokasi ke lokasi yang lainnya.
Selain itu, ada juga yang mengungkapkan bahwa Joko Kencil ini tidak sedang berjalan kaki melainkan ia menaiki macan putih yang tak terlihat oleh kasat mata.
Berdasarkan dari berbagai sumber, berikut dibawah ini informasi siapa sih Joko Kendil yang sebenarnya.
Joko Kendil yang mengenakan pakaian serba hitam ini ternyata adalah orang desa. Ia merupakan pria biasa yang bernama Kusnan. Kusnan ini berasal dari Dusun Ngramut, Kelurahan Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia juga sudah melakukan perjalanan jauh alias menjadi musafir sejak ia berusia 19 tahun.
Diduga, Kusnan ini sebetulnya juga sudah berkeluarga. Akan tetapi, istrinya meninggal dunia dan dimakamkan di desanya.
Ia juga menyebutkan bahwa ia mempunyai seorang gurunya bernama Kyaii Hadi Guntur dari Demak. Sejak melaksanakan wejangan dari gurunya tersebut, Kusnan alias Joko Kendil hidupnya selalu berpindah-pindah. Ia memenuhi kebutuhan mandi dan buang air di masjid yang terdekat dengan dirinya.
Cerita Rakyat Joko Kendil dari Jawa Tengah
Ada sebuah cerita rakyat yang terkenal menceritakan tentang Joko Kendil. Joko Kendil ini aslinya merupakan cerita rakyat dari Jawa Tengah. Cerita rakyat ini dulu yang disampaikan dalam bahasa Jawa. Banyak yang sudah mengalihbahasakannya menjadi bahasa Indonesia sehingga cerita ini bisa disimak oleh siapa saja.
Berikut ini ulasan singkat mengenai cerita rakyat Joko Kendil dari Jawa Tengah. Joko Kendil yang merupakan seorang putra raja yang tidak dikehendaki dan juga ia telah dikutuk.
Pada Masa kecilnya Joko Kendil dititipkan pada seorang perempuan di desa. Perempuan itu hidup dalam keadaan miskin. Akan tetapi, sejak kedatangan Joko Kendil, perempuan itu memiliki semangat hidup yang baru. Ia selalu menjaga Joko Kendil seperti anaknya sendiri. Suatu hari ketika Joko Kendil mulai tumbuh dewasa, Joko Kendil mengikuti sebuah sayembara untuk memenangkan seorang putri raja.
Joko kendil ikut serta dan menunjukkan kemampuannya yang dimilikinya. Ternyata, Joko Kendil lolos menjadi kandidat calon menantu seorang raja.
Joko Kendil berjodoh dengan putri bungsu seorang raja. Sang putri ini dapat melihat kebaikan hati Joko Kendil. Bagi sang putri, fisik yang mirip dengan kendil itu tak menjadi masalah baginya, sebab yang terpenting baginya adalah karakter Joko kendil yang memiliki hati yang baik.
Pada prosesi pernikahan, setelah resmi menjadi pasangan suami istri dan sang putri ini memeluk Joko Kendil, semua orang pun terheran-heran karena Joko Kendil tiba-tiba berubah menjadi pangeran berwajah yang sangat tampan.
Hal itu menandakan kutukan yang ditimpakan kepada Joko Kendil ini telah hilang. Wanita yang mencintainya dengan hati yang tulus ini telah mematahkan kutukan tersebut.