Bangunan Toko di Cibeureum Kuningan Terbakar, Kerugian Hingga Mencapai Rp 369 Juta
Peristiwa kebakaran hebat menimpa sebuah bangunan toko milik warga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Foto: Damkar Kuningan)

Media Cirebon - Terjadi Insiden kebakaran hebat yang menimpa sebuah bangunan toko milik warga di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bahkan akibat dari kebakaran, korban mengalami kerugian yang ditaksir sekitar mencapai Rp 369 juta lebih.

Kepala Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kuningan, Khadafi Mufti dalam keterangan persnya, Selasa (9/11/2022), mengatakan, musibah kebakaran ini yang menimpa bangunan permanen tempat usaha milik warga bernama Dedi Setiawan (60) warga di Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kuningan. Bangunan toko yang terdapat 2 lantai dan memiliki luas sekitar 280 meter persegi dilalap kobaran api.

“Kita hanya mendapat laporan kebakaran dari salah seorang perangkat Desa Cimara, tepatnya pada pukul 03.10 WIB dini hari tadi. Sedangkan kejadian kebakaran yang diperkirakan dari pukul 01.30 WIB dini hari, sehingga laporan tersebut masuk berselang 1 jam 45 menit dari awal kejadian kebakaran,” ujarnya.

Dia juga menceritakan, kejadian kebakaran ini yang diketahui oleh warga setempat saat tengah melakukan kegiatan jaga malam. Namun sekitar pukul 02.00 WIB, seorang warga tiba-tiba mendengar suara dentuman keras dari arah bangunan toko.

“Seketika itu, langsung saja para warga setempat bersama-sama menuju ke lokasi sumber dentuman tersebut. Warga pun kaget ketika melihat kobaran api dan juga kepulan asap yang muncul dari lubang ventilasi bangunan toko, langsung saja seorang warga berteriak untuk memanggil warga yang lainnya,” ungkapnya.

Dia juga menyebut, seorang warga melihat kobaran api yang sudah sangat besar dari lantai 2 bangunan toko tersebut. Ada juga beberapa warga yang kemudian pergi ke rumah pemilik toko untuk melaporkan atas kejadian kebakaran tersebut.

“Saat warga pergi ke rumah pemilik toko, warga juga bertujuan ingin meminjam kunci toko guna untuk memadamkan api yang menimpanya. Namun pemilik toko tersebut tidak dapat dihubungi, kemudian para warga berusaha untuk membuka paksa pintu toko,” imbuhnya.

Menurutnya, para warga membuka paksa pintu toko yang bertujuan untuk memadamkan api karena khawatir api merembet ke bangunan yang lain. Meski pemadaman dengan peralatan seadanya, warga bersama-sama berusaha untuk memadamkan kobaran api.

“Kemudian kami langsung menerjunkan sebanyak  8 personel pemadam kebakaran (DAMKAR) menuju ke tempat lokasi kejadian, perjalanan yang menempuh waktu sekitar kurang lebih 30 menit. Proses pemadaman sendiri yang berlangsung selama 2 jam lebih, banyak bahan yang mudah terbakar di bangunan toko dan didalamnya tidak ditemukan alat pencegahan kebakaran minimal berupa Apar,” bebernya.

Berdasarkan dari hasil pengumpulan data di tempat lokasi kejadian, Ia juga menduga, api kebakaran yang bermula dari bola lampu yang pecah. Kemudian pecahan bola lampu yang terbakar mengenai tumpukan tabung gas, tiner, dan cat.

“Kalau total kerugian yang dialami korban yang ditaksir sekitar kurang lebih Rp 369 juta,” pungkasnya. (Imey)