Diserang Gajah Liar Saat Berjaga, Petani di Lampung Meninggal Dunia
Petugas mengecek gubuk yang rusak diserang gajah liar, Kamis (10/11/2022) dini hari. Gajah juga melukai seorang warga

Media Cirebon - Zarkoni (44), seorang warga asal Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, Lampung, yang diserang gajah liar meninggal dunia, Jumat (11/11/2022). Berbagai pihak telah mendesak agar penanganan konflik gajah liar dengan manusia yang terjadi di perbatasan Taman Nasional Way Kambas segera dievaluasi. Saat ini, berjumlah ribuan petani yang bertaruh nyawa saat harus menjaga perkebunannya.

Desa Tambah Dadi yang merupakan salah satu dari 24 desa di Lampung Timur yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Jarak desa dengan TNWK yang menjadi tempat tinggal gajah-gajah liar sekitar kurang lebih 2 kilometer. Selama ini, gajah liar sering sekali memasuki ladang dan perkebunan masyarakat yang ditanami jagung, singkong dan pisang.

Kepala Desa Tambah Dadi Prayitno mengatakan, jenazah korban yang meninggal sudah dibawa ke rumah duka dan akan dimakamkan pada Jumat sore. Pemakaman yang dihadiri masyarakat setempat dan perangkat desa wilayah tersebut. Warga desa juga diminta tenang dan tidak tersulut emosi akibat dari Insiden ini.

”Kami juga akan bermusyawarah dengan pengelola TNWK,” kata Prayitno saat dihubungi Media, pada Jumat siang.

Zarkoni meninggal dunia pada hari Jumat sekitar pukul 11.30. Dia sempat dirawat di RSUD Jenderal Ahmad Yani, Kota Metro, akibat patah pada bagian tulang kaki dan rusuk. Belakangan, karena kondisi ayah dan dua anak itu semakin memburuk kondisinya, Zarkoni meninggal dunia.

Konflik gajah liar terhadap manusia itu yang terjadi pada hari Kamis (10/11/2022) pukul 02.30. Awalnya, korban bersama dua rekannya, Sugianto (55) dan Saidi (45), tengah menjaga perkebunan jagung di sebuah gubuk.

Jelang tengah malam, Zarkoni dan Saidi tertidur di atas gubuk tersebut, sementara Sugiyanto berjaga di bawah gubuk. Saat itu, satu gajah liar tiba-tiba sudah berada di sebelah gubuk. Gajah tiba-tiba merobohkan gubuk tersebut.

Sugiyanto pun sempat menyelamatkan diri dengan meloncat dari gubuk dan berlari menjauh dari amukan gajah liar. Sementara korban dan Saidi masih berada di atas gubuk. Korban langsung terjatuh saat hendak menyelamatkan diri sehingga menjadi sasaran amukan gajah liar tersebut.

Setelah kejadian itu, perangkat desa bersama warga di desa penyangga TNWK akan bermusyawarah untuk mengevaluasi dan juga penanganan atas konflik gajah liar dengan manusia di kawasan itu.

Selama ini, warga di desa penyangga dilibatkan untuk menjaga kawasan perbatasan dan menghalau gajah-gajah liar yang masuk ke perkebunan milik warga. Namun, petani menganggung risiko kehilangan nyawa. Zarkoni bukan korban yang pertama dari konflik ini.

Pada tanggal 31 Oktober 2021, Sutikno (55), warga Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, juga tewas diserang oleh gajah liar. Petani jagung itu diduga terinjak oleh gajah liar saat hendak mengecek kondisi kebun miliknya 

Prayitno sangat berharap agar pengelola TNWK bisa memastikan gajah liar tidak keluar dari dalam kawasan hutan. Salah satu caranya membangun kanal guna untuk menghalangi pergerakan gajah-gajah liar.

Kepala Seksi II Bungur TNWK Nazaruddin menuturkan, hasil pemantauan petugas di lapangan, gajah liar yang menyerang warga bernama Zarkoni diduga merupakan gajah betina yang hidupnya soliter. Pergerakan gajah tersebut belum terpantau oleh GPS collar.

Saat ini, pihaknya pun tengah memesan sebanyak tiga unit GPS collar untuk dipasang pada gajah-gajah liar yang hidup di hutan TNWK. Pemasangannya menjadi salah satu upaya untuk memantau pergerakan gajah liar agar tidak membahayakan para warga di desa penyangga saat berkebun

Sebelum kejadian tersebut, petugas pun sebenarnya telah menginformasikan posisi rombongan gajah liar kepada warga setempat yang berjaga di kawasan perbatasan TNWK. Dari pengsmatan GPS collar, rombongan gajah liar berada di sekitar kawasan Rawa Bunder yang berjarak kurang lebih sekitar 3 kilometer dari tempat lokasi kejadian Zarkoni diserang.

Akan tetapi, ternyata ada satu gajah betina liar soliter yang mengarah ke wilayah perbatasan Desa Tambah Dadi. Diduga gajah itu yang telah menewaskan Zarkoni.

Hingga pada Jumat pagi, gajah-gajah liar tersebut dilaporkan masih berada di sekitar lokasi perkebunan warga desa penyangga, sekitar Desa Tegal Ombo dan Desa Tegal Kusuma, Kecamatan Purbolinggo. Saat ini, petugas pun masih berupaya untuk menggiring gajah-gajah liar agar untuk kembali masuk ke kawasan hutan TNWK.

Sementara itu, Anjar Budi Susetyowati dari Lembaga Pemerhati Masyarakat Petani Indonesia menuturkan, ada sekitar ribuan petani di desa penyangga yang bertaruh nyawa menjaga kebunnya di wilayah perbatasan TNWK. Setiap malam para warga bergantian berjaga di gubuk dengan perlengkapan yang seadanya.

Ia juga berharap, insiden meninggalnya dua orang petani di Lampung Timur menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat. Selama ini petani berkebun untuk menafkahi keluarganya. Mereka juga patuh terhadap aturan untuk tidak masuk atau merambah kawasan hutan dan berburu satwa liar didalamnya.

Namun, saat ada petani yang meninggal dunia  akibat diserang oleh gajah-gajah liar, tidak ada kepastian terkait bantuan ekonomi untuk keluarga korban yang ditinggalkan. (Imey)