Produksi Gabah di Wilayah Kabupaten Cirebon Meningkat Dibandingkan Tahun Lalu
Produksi gabah kering giling (GKG) di wilayah Kabupaten Cirebon hingga awal bulan November 2022 mencapai hingga 488.759 ton.

Media Cirebon - Produksi gabah kering giling (GKG) di wilayah Kabupaten Cirebon hingga awal bulan November 2022 mencapai hingga 488.759 ton.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), panen padi pada masa periode bulan Januari-September, menghasilkan hingga 413.238 ton GKG. Sementara, periode bulan Oktober-Desember tahun ini gabah giling baru diproduksi sebanyak 75.521 ton.

Dibandingkan dengan tahun yang lalu dengan periode yang sama, produksi GKG di wilayah Kabupaten Cirebon menghasilkan hanya 464.731 ton. Artinya, produksi salah satu komoditas pokok masyarakat tersebut mengalami peningkatan drastis.

Ratusan ton Gabah Kering Giling yang berhasil diproduksi dengan luas 84.697 hektare lahan yang tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Sementara pada tahun yang lalu, 84.946 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Asep Pamungkas telah mengatakan rata-rata setiap hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan yang menghasilkan hingga 6,7 ton GKG.

Lahan pertanian padi yang paling produktif di Kabupaten Cirebon hanya berada di wilayah bagian utara dan barat.

"Hasil panen sekarang sangat memuaskan, yang gagal panen hanya sebagian kecil. Petani saat ini juga masih produktif," kata Asep kepada Wartawan, Senin (7/11/2022).

Dinas pertanian mengimbau, kepada seluruh petani di wilayah Kabupaten Cirebon segera untuk mempercepat masa tanam padi. Hal ini karena curah hujan yang terjadi belum terlalu tinggi.

Menurutnya, bila petani melakukan penanaman padi pada saat curah hujan tinggi, maka ancaman gagal panen dipastikan akan terjadi dan tentunya hal ini akan merugikan para petani.

"Laporan BMKG saat ini mulai musim penghujan. Jadi,  Pada musim ini sangat cocok untuk menanam padi. Jangan sampai pas curah hujan sudah tinggi baru menanam padi, maka hal itu akan sia-sia," kata Asep.

Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Negara Indonesia mulai diguyur hujan dengan intensitas lebat dan disertai angin kencang hingga petir.

BMKG juga mengimbau, setiap wilayah wajib meningkatkan kapasitas infrastruktur dan juga sistem tata kelola sumber daya air yang siap untuk mengantisipasi adanya peningkatan curah hujan. (Dedi)