![]() |
| Pelecehan siswi pramuka di Tasikmalaya diduga terjadi di angkutan umum di Salawu. |
Media Cirebon, Tasikmalaya - Seorang siswi SMU mengenakan seragam pramuka di Tasikmalaya telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh kernet angkutan umum Elf.
Seperti yang tampak dalam sebuah video yang diunggah oleh akun [email protected], Sabtu 12 November 2022, tampak seorang gadis mengenakan seragam pramuka marah dan berteriak-teriak karena tidak terima diperlakukan secara tidak senonoh.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan, peristiwa itu yang diduga terjadi wilayah Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Siswi yang mengenakan seragam pramuka dalam video tersebut diduga dilecehkan saat naik angkutan umum Elf
"Diduga anak sekolah itu dilecehkan di dalam mobil angkutan, sehingga saat turun dia melakukan perlawanan kepada kernet," kata dia saat dikonfirmasi Media, Selasa (15/11/2022).
Berdasarkan video yang beredar di akun Instagram pada hari Jumat (11/11/2022), terdapat seorang siswi yang mengenakan pakaian Pramuka itu berteriak dan menangis di sebuah angkutan elf. Siswi itu yang kemudian menendang seorang yang diduga kenek elf tersebut.
"Dia sudah pegang-pegang saya," kata siswi itu dalam video viral tersebut.
Ato mengatakan, pihaknya memang belum menerima adanya laporan atau pengaduan terkait insiden itu, terutama dari keluarga korban. Namun, KPAID Kabupaten Tasikmalaya telah menerima konfirmasi dari warga mengenai kejadian tersebut.
"Siswi yang mengenakan seragam pramuka juga sudah diidentifikasi. Dia adalah salah satu seorang siswi madrasah yang ada di wilayah Kecamatan Singaparna," kata Ato.
Menurut dia, KPAID Kabupaten Tasikmalaya berencana akan bertemu dengan korban pada hari ini (15/11/2022) untuk memastikan atas kejadian tersebut. "Mudah-mudahan nanti lebih jelas informasi lengkapnya," kata dia.
Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait adanya pelecehan seksual terhadap seorang siswi.
"Kami sedang menelusuri insiden itu apakah benar berada di Kabupaten Tasikmalaya atau bukan, termasuk korbannya. Petugas sedang menelusuri ke lapangan," kata dia.
Ia juga mempersilakan korban segera melapor kepada aparat kepolisian apabila peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Korban juga bisa menghubungi pihak berwajib, sehingga petugas bisa melakukan penjemputan terhadap korban. "Nanti pelaku akan kami proses secara hukum terkait insiden ini," kata dia. (Eko)
