![]() |
| Warga Kampung Pondok Manggis, RT 02 RW 04, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor |
Media Cirebon, Bogor - Warga Kampung Pondok Manggis, RT 02 RW 04, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dibuat was-was dengan ditemukannya benda diduga granat di pemakaman pada pukul 13.30 WIB.
Salah satu warga, Marzuki (40 tahun) menjelaskan, awalnya dia dan warga lainnya sedang beristirahat setelah menggali kuburan, namun sambil duduk dia memegang sesuatu yang diduga granat.
"Awalnya kami selesai menggali kuburan dan istirahat karena lelah, lalu sambil duduk kami menemukan benda bulat seperti besi," kata Marzuki kepada media, Selasa (20/12).
Penemuan itu mengejutkan Marzuki dan dia langsung melaporkannya ke Polsek Desa untuk ditangani lebih lanjut karena khawatir.
"Saya melihat jelas bentuknya seperti besi dan berpikir 'ini adalah bom', maka saya langsung memberitahu teman-teman saya kemudian melaporkannya kepada ketua RT, dan menelepon kantor polisi desa," tambahnya.
Bom Granat tergeletak di samping kuburan di desa. Petugas datang dan langsung memasang garis polisi.
Anggota Gegana tiba dengan seragam lengkap dan menjinakan bom granat dengan aman dengan meledakkannya di lapangan tidak jauh dari tempat ditemukannya.
Komandan Unit Jibom Gegana Brimob Kelapa Dua, Ipda Fery menjelaskan, granat yang ditemukan warga merupakan granat aktif yang sewaktu-waktu bisa meledak.
"Bom granat yang ditemukan oleh warga adalah jenis granat tangan, secara teknis granat ini masih aktif dan masih bisa meledak sewaktu-waktu, alat pengaman pada granat masih utuh dan bahan peledaknya pun masih ada," kata Ipda Fery kepada media.
Unit Gegana brimob Kelapa Dua berhasil menjinakan dan meledakkan bom granat aktif dengan aman. Proses penjinakan dan peledakan bom granat memakan waktu 30 menit.
"Kami melakukan pemindahan bom granat tersebut karena lokasi tersebut terlalu dekat dengan pemukiman warga. Kami membawa granat tersebut ke lapangan dan melakukan pendisposalan dengan sempurna," tambahnya.
Secara fisik, granat yang ditemukan oleh warga ini berada di daratan, sehingga menyulitkan gegana untuk mengidentifikasi jenis granat tersebut.
"Jika dilihat dari tampilan fisik granat, granat tersebut sudah karatan dan sudah lama. Untuk jenisnya, tidak terlihat lagi. Dari segi fisik, sulit untuk mengenali jenis granat tersebut. Dugaan sementara, granat tersebut mirip dengan granat nanas tapi kita tidak bisa pastikan apa jenis granat tersebut," ucapnya.
Lebih lanjut, menurut Ipda Fery, ada kemungkinan bahwa granat tersebut merupakan peninggalan Belanda karena granat tersebut sulit dikenali.
"Mungkin peninggalan Belanda, karena dari penuturan dengan rekan-rekan yang lain di sini, tidak ada aktivitas latihan militer. Bisa jadi itu peninggalan Belanda dan usianya pun sudah lama," tambahnya. (Dedi)
