![]() |
| Rombongan Oknum PNS di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi Viral setelah merugikan seorang pengendara motor |
Media Cirebon - Rombongan Oknum PNS di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi Viral setelah merugikan seorang pengendara motor yang mengalami kecelakaan karena tindakan para PNS tersebut di jalan perbatasan antara Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Minahasa.
Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (13/12) di Desa Pangu, Kecamatan Mitra, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dalam video tersebut juga disebutkan bahwa rombongan PNS mencuri jalur lawan yang menyebabkan kecelakaan. Bahkan, korban juga diancam oleh rombongan PNS tersebut.
Dalam video yang pertama kali diunggah oleh akun Facebook Rivay Tumboimbela, terlihat beberapa pejabat PNS yang memberikan pelecehan korban kecelakaan yang meminta pertanggungjawaban dari mereka karena menjadi penyebab kecelakaan.
Jelas terlihat bahwa pengendara motor dalam kondisi terluka dan motornya masih meninggalkan bekas-bekas rumput akibat kecelakaan. Sementara ada juga mobil berplat merah DB 61 yang terlihat di video, selain tiga mobil lain yang digunakan oleh para pejabat PNS tersebut.
Para pejabat PNS terlihat tertawa dan enggan meminta maaf kepada korban. Bahkan, ada yang berkata bahwa jika mereka menjadi terkenal, mereka akan mencari korban untuk bertanggung jawab.
Tidak hanya itu, saat korban menyatakan bahwa PNS tersebut tidak memiliki otak, mereka malah tertawa sambil terus meninggalkan korban yang dalam kondisi sakit.
Sementara itu, dalam video yang diunggah, korban juga menambahkan tulisan tentang kronologi kejadian yang menyebabkan kecelakaannya. Di sana dicatat bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 13 Desember 2022 di Jalan Desa Pangu.
Menurut korban, orang yang menyebabkan kecelakaannya justru tidak membantu, malah terus menginjak pedal gas. Bahkan, beberapa orang yang berada di tempat kejadian dan melihat kejadian tersebut sempat mengejar, tapi mereka tetap menginjak pedal gas tanpa memperdulikan orang lain.
Karena merasa terluka hatinya, korban mengaku mengejar mereka meskipun dalam kondisi terluka dan sakit di seluruh tubuh akibat kecelakaan.
Setelah berhasil mengejar dan menghentikan kendaraan tersebut, korban malah menerima perlakuan pelecehan. Bukannya minta maaf, malah para oknum pejabat PNS hampir saja mengeroyoknya, tapi tidak jadi karena mereka melihat bahwa korban sedang merekam aksi mereka. (Dedi)
