Rupiah Melemah Dipicu Dari Pernyataan "hawkish" Ketua The Fed
Rupiah melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp15.626 per dolar AS dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp15.619 per dolar AS

Media Cirebon - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi mengalami penurunan setelah pernyataan hawkish dari ketua The Federal Reserve Jerome Powell.

Pada pagi ini, rupiah melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp15.626 per dolar AS dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp15.619 per dolar AS.

Dolar AS menguat karena pernyataan hawkish dari ketua The Fed Jerome Powell serta kekhawatiran pasar akan resesi ekonomi," kata Faisyal, analis Monex Investindo Futures, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dolar AS menguat setelah Powell menyatakan bahwa bank sentral mungkin akan terus menaikkan suku bunga hingga tahun depan.

Powell menyatakan dalam pernyataannya setelah bank sentral hanya menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps), lebih rendah dari empat pertemuan sebelumnya yang menaikkan sebesar 75 bps. Ia mengatakan bahwa bank sentral belum selesai menaikkan suku bunga dan dia menetapkan standar yang tinggi untuk penurunan suku bunga.

Dia juga menyatakan bahwa kenaikan suku bunga yang sedang berlangsung saat ini masih tepat untuk mengendalikan inflasi.

The Fed memperkirakan bahwa akan ada kenaikan suku bunga sekurang-kurangnya 75 bps hingga akhir 2023. Proyeksi mereka untuk target kenaikan suku bunga menjadi 5,1 persen pada 2023, sedikit lebih tinggi dari perkiraan investor.

Faktor lain yang dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS adalah statusnya sebagai aset safe haven yang likuid di tengah kekhawatiran terhadap resesi ekonomi setelah serangkaian data ekonomi AS dan Zona Euro menunjukkan bahwa ekonomi sedang mengalami kesulitan di tengah inflasi dan suku bunga yang tinggi.

Pada Kamis (15/12) lalu, rupiah ditutup turun sebesar 26 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp15.619 per dolar AS dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp15.593 per dolar AS. (Dedi)