Seorang  janda berinisial RJ (43), berprofesi guru SD, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Selasa (10/1/23), sekitar pukul 09.00 WIB. 

Media Cirebon, Indramayu - Seorang  janda berinisial RJ (43), berprofesi guru SD, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Selasa (10/1/23), sekitar pukul 09.00 WIB. 

Diduga korban sudah meninggal beberapa hari sebelum jenazah ditemukan. Kejadian tersebut diketahui oleh para tetangga yang curiga dengan lampu yang menyala terus menerus di rumah korban.

Saat membuka pintu, tetangga korban terkejut melihat tubuh RH tertelungkup di samping tempat tidurnya. Korban mengenakan kaos putih dan terdapat muntah di lantai dekat kepalanya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Anjatan. Tim forensik dari Polres Indramayu datang dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, serta mengumpulkan barang bukti dari tempat kejadian perkara.

Saat dimintai keterangan, Aceng, rekan korban, membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan RH meninggal dunia di rumah kontrakannya. RH adalah seorang guru kelas 3 SDN Anjatan 3. Ia tidak masuk kerja sehari sebelum kejadian atau pada hari pertama sekolah.

"Setahu saya, dia punya riwayat penyakit hipertensi. Biasanya kalau dia tidak masuk kerja, dia akan memberitahu guru lain untuk menggantikannya. Tapi sejak kemarin, kami tidak mendengar kabar apa-apa," ujarnya.

Karena korban tidak dapat dihubungi melalui telepon, beberapa rekannya mengunjungi rumah kontrakannya dan menanyakan keadaannya kepada tetangga. Pintu rumah kontrakan RH dikunci dari dalam dan tidak bisa dibuka. Korban diketahui tinggal sebatang kara.

"Tetangganya kemudian meminta pemilik untuk membukakan pintu, namun ternyata RH telah meninggal dunia," katanya. (Dedi)