![]() |
| Kapolsek Gebang Kabupaten Cirebon AKP Ahmad Nasori SH memberikan pengarahan kepada orang tua siswa-siswi SDN 1 Dompyong Wetan terkait isu penculikan |
Media Cirebon - Penculikan anak di sekolah dasar menjadi perbincangan publik saat ini, karena telah terjadi laporan penculikan di wilayah Kabupaten Cirebon yang beredar di media sosial.
Isu tersebut juga menyebar melalui grup WhatsApp, yang menyebabkan kegelisahan dan keresahan masyarakat yang saling berbagi informasi di grup tersebut.
Terkait dengan laporan penculikan anak di sekolah dasar di Kabupaten Cirebon yang beredar di media sosial, pihak kepolisian segera mengecek lokasi yang disebutkan dalam laporan tersebut untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Sebelum melanjutkan pembahasan tentang tindakan pihak kepolisian dalam menangani isu penculikan anak SD, berikut ini adalah kutipan dari salah satu informasi yang beredar di media sosial terkait dengan kabar geger ini.
"Sebagai informasi, saya mendapatkan kabar bahwa ada tiga tempat lokasi kejadian di mana terjadi percobaan penculikan anak di tiga sekolah dasar di daerah Cirebon Timur. Dua kejadian terjadi di Desa Dompyong dan satunya lagi di Gebang. Semua kejadian terjadi saat anak-anak pulang sekolah.
Dua percobaan penculikan dari tiga kejadian tersebut berhasil digagalkan oleh bibi dan ibunya, sementara info detail mengenai satu kejadian lainnya belum tersedia. Saya ingatkan kepada orang tua yang memiliki anak sekolah untuk lebih berhati-hati dan mendampingi anak-anak mereka
karena anak-anak di tingkat sekolah dasar dari kelas 1 hingga 4 menjadi target utama pelaku. Ciri-ciri pelaku di Desa Dompyong menggunakan mobil warna hitam, sedangkan di Gebang menggunakan mobil warna putih. Waspadalah!"
Kapolsek Gebang Kabupaten Cirebon, AKP Ahmad Nasori, SH, mengunjungi salah satu sekolah yang dalam unggahan di media sosial disebut sebagai lokasi terjadinya penculikan anak di sekolah dasar.
Tepatnya, lokasi yang dikabarkan adalah di SDN 1 Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Saat ini, Kapolsek memberikan arahan dan imbauan bahwa isu penculikan anak di sekolah dasar itu adalah hoax.
"Ibu-ibu, para guru, dan anak-anak, jangan resah. Tidak ada penculikan yang terkait dengan tulisan di WhatsApp atau media sosial. Itu bohong (hoax)," kata Kapolsek Gebang Kabupaten Cirebon, AKP Ahmad Nasori, SH, pada hari Kamis (26/1/2023).
Sebelum datang, pihak kepolisian sudah mengumpulkan informasi terkait kebenaran isu penculikan anak SD. Setelah dicek, ternyata di Kabupaten Cirebon tidak ada kejadian penculikan anak SD.
"Kami menghimbau kepada ibu-ibu, guru, dan siswa untuk tidak mudah percaya pada berita atau kabar yang belum terverifikasi kebenarannya," pesan Kapolsek Gebang Kabupaten Cirebon yang menggantikan AKP Acep Anda.
Kapolsek juga memberikan saran agar tidak mengirimkan atau membagikan informasi tentang penculikan ke WhatsApp, karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa ketakutan yang berlebihan. (Eko)
