Wisata Pantan Cigowong, Sumber Mata Air Peninggalan Belanda di Majalengka
Wisata Pantan Cigowong | Foto : Media Cirebon 

Media Cirebon - Majalengka adalah salah satu tempat wisata unik dan terbaik. Ada banyak objek wisata di Majalengka yang bisa dijelajahi. Majalengka dapat jadi pilihan rekomendasi wisata bagi Anda yang tidak terlalu suka keramaian.

Pantan Cigowong

Ingin berwisata ke Majalengka, Pantan Cigowong, sumber mata air peninggalan belanda? Pada artikel kali ini akan kami bahas tempat wisata peninggalan belanda yang bisa anda jelajahi di Majalengka. Sebenarnya ada apa di Majalengka? Lalu, bagaimana menuju ke sana? anda akan melihatnya di artikel ini. Yuk, simak dulu panduan wisata Majalengka berikut ini.

Sekilas Tentang Majalengka

Sebelum membahas wisatanya, mari kenali dulu daerah Majalengka. Majalengka merupakan sebuah kabupaten yang letaknya berada di Provinsi Jawa Barat. Jaraknya yaitu kurang lebih sekitar 56 km dari kota Cirebon hingga 95 km dari kota Bandung. Majalengka memang daerah yang dikelilingi daratan sehingga tidak ada pantai disini.

Meski tidak ada pantai, Anda tetap bisa melihat beberapa tempat wisata yang cukup memanjakan mata. Salah satunya adalah teras yang ditumbuhi rerumputan hijau. Majalengka memang dikenal sebagai salah satu lumbung padi yang ada di Indonesia, maka tidak heran jika di daerah ini terdapat banyak sawah.

Lokasi Dan Rute Pantan Cigowong

Nah, anda pasti penasaran bagaimana cara menuju ke Majalengka? Tentu saja, Anda tidak bisa naik kapal karena wilayahnya terkunci oleh daratan. Di kawasan Majalengka terdapat Bandara Kertajati, namun belum beroperasi penuh. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk masuk ke Majalengka adalah melalui jalur darat.

Anda bisa kok menggunakan mobil pribadi untuk pergi ke Majalengka. Dengan adanya Tol Cikopo-Palimanan, kini perjalanan menjadi lebih singkat dan nyaman banget. Perjalanan dari Jakarta ke Majalengka melalui jalur darat memakan waktu kurang lebih 4 jam. 

Mengambil mobil pribadi bisa jauh lebih cepat daripada bus. Pantan Cigowong letaknya cukup jauh dari akses jalan raya. Namun pemilihan tempat ini sepertinya tepat karena sumber air di Pantan Cigowong cukup melimpah, airnya jernih dan sejuk. 

Travel menuju Pantan Cigowong ini juga cukup jauh dan dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Karena tidak ada akses jalan bahkan untuk kendaraan roda dua sekalipun. Satu-satunya cara yaitu dengan cara menyusuri jalan setapak sepanjang jalur saluran irigasi

Tentang Wisata Pantan Cigowong

Tentang Wisata Pantan Cigowong
Sal Induk Cipantan | Foto : Media Cirebon 

Majalengka dikenal dengan nilai sejarah dan mitosnya. Tidak banyak orang yang paham bahwa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terdapat mata air yang ada pada zaman penjajahan Belanda, dan hingga saat ini masih mempunyai fungsi dengan baik.

Masyarakat menyebutnya Pantan Cigowong, ada juga yang menyebutnya Waterleiding Cigowong, yang diartikan sebagai sebutan pipa air yang pertama kali digunakan pada masa penjajahan Belanda, saat mengalirkan air bersih dari Ciburai Bogor ke Kota Batavia pada 23 Desember 1922. Pantan Cigowong terletak di Argasari, Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dalam hal Waterleiding kemudian dinaturalisasikan menjadi air ledeng, sumber mata air Cigowong menurut cerita kuno, seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan “Pantan Cigowong ditemukan pada masa penjajahan Belanda, saat Desa Ganeas tidak memiliki subset mata air, padahal tempat yang sekarang menjadi mata air berasal dari penggalian pasir.

Kemudian ketika ditemukan adanya sumber air di luapan warga yang besar kemudian Pagowong-gowong atau dalam istilah bahasanya “saling berteriak, dari situlah asal nama tersebut, mereka sebut Cigowong sampai sekarang.

Tak banyak yang tahu bahwa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terdapat sebuah mata air yang dibangun pada masa penjajahan Belanda masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Mata air Cipantan adalah sumber air alami yang dikenal ini terletak di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Meski bangunannya sudah tua dan tidak pernah diperbaiki, mata air tersebut masih berfungsi dengan baik hingga saat ini, termasuk untuk kebutuhan pengairan sawah dan kebutuhan warga sekitar. Mata air ini berada di dalam bangunan yang telah menyerupai kolam dengan cara mengeluarkan air yang jernih dari kejauhan warna airnya saja masih terlihat berwarna kehitaman.

Kedalaman genangan hanya sekitar satu meter dengan luas genangan hanya sekitar 3×4 meter. Namun sensasi kesejukan sudah bisa dirasakan. Selain mengairi sawah dan kebutuhan masyarakat.

Kedalaman genangan hanya sekitar satu meter dengan luas genangan hanya sekitar 3×4 meter. Namun sensasi kesejukan sudah bisa dirasakan. Selain mengairi sawah dan kebutuhan masyarakat.

Mata Air Cipantan Untuk Wisata

Mata air ini merupakan kolam pemandian yang banyak dikunjungi wisatawan karena nilai sejarah, sekaligus magisnya. Menurut cerita warga setempat, mata air Cipantan merupakan air tembus dari Situ Sangiang.

Mitosnya yang tersebar dan telah berkembang sampai saat ini keseluruh masyarakat, disana terdapat orang yang tenggelam ditemukan di mata air Pantan Cigowong di Situ Sangiang. Keterangan lain menyebutkan bahwa mata air tersebut muncul akibat kegiatan penambangan pasir pada zaman dahulu.

Namun menurut pemerhati sejarah Majalengka Baheula Group (Grumala) Nana Rohmana atau biasa disapa Kang Naro, jalur air Cipantan dibangun sekitar tahun 1930-an, atau pada era R.M.A Suriatanudibrata (1922-1944) yang merupakan Bupati Majalengka saat itu.

Pesona Cipantan Cigowong

Pesona Cipantan Cigowong
Pintu Masuk Sumber Mata Air | Foto : Media Cirebon 

Pesona keindahan alam di Majalengka wajib di jelajahi. Kota angin ini memiliki beragam destinasi wisata menarik, mulai dari pegunungan, air terjun, hingga terasering yang eksotik. Namun ada pemandangan unik di Majalengka yaitu adanya kolam mata air peninggalan zaman Belanda. 

Jika diperhatikan, kolam ini terlihat seram, karena berada di aliran air Cigowong. Kolam tersebut bernama Mata Air Cipantan. Yang tepatnya berada di Desa Ganeaas, Dusun Cigowong, Kabupaten Majalengka, Kecamatan Talaga, Jawa Barat. Mungkin sebagian dari anda masih penasaran dan ingin tahu seperti apa daya tarik Cipantan Cigowong yang berada di Majalengka?

Intip Desa Unik Seram

Orang menyebutnya Bantan Cigowong, dan ada juga yang menyebutnya Waterleiding Cigowong. Mata Air Bantan Seguong dibangun untuk memenuhi kebutuhan air desa-desa di Kecamatan Talaga, yaitu Argasari, Seguong, Sonia, Ganes dan Talaga. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, air juga digunakan untuk mengairi sawah.

Untuk mengalirkan air yang keluar dari tanah, dibangun saluran irigasi ke arah utara selebar sekitar satu meter menyusuri lereng bukit, kemudian masuk terowongan buatan sepanjang 150 meter, hingga akhirnya masuk ke pedesaan. Meski saluran air ini dibangun puluhan tahun lalu dan tidak terawat, air yang mengalir di sini masih jernih dan dingin. 

Para wisatawan sering melakukan aktivitas berenang saat berkunjung. Dari penampilannya, mata air ini sering disebut angker. Beberapa warga setempat mengatakan bahwa lokasi ini tidak seram, namun menyenangkan karena Anda bisa menyegarkan tubuh dengan berenang di air kolam yang jernih.

Demikian penjelasan dari saya tentang Wisata Pantan Cigowong, sumber mata air peninggalan belanda di Majalengka semoga bermanfaat, terimakasih.