Wisata Religi di Makam Ki Buyut Somad dan Ki Buyut Syawal
Makam Kibuyut Somad | Foto : Media Cirebon 

Media Cirebon - Banyak diantara kalian yang tidak tahu jika wisata religi adalah jenis perjalanan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai keagamaan, spiritual, atau historis yang penting dalam praktik agama tertentu. 

Wisata religi biasanya dilakukan untuk mendalami keyakinan agama, merasakan pengalaman spiritual, atau menghormati tempat-tempat suci dan bersejarah yang memiliki kaitan dengan agama tertentu.

Berbicara tentang wisata religi, di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang percaya dengan wisata religi yang dilakukan, seperti misalnya mendatangi makam Ki Buyut Somad dan Ki Buyut Syawal yang memang selalu ramai para peziarah. 

Ini dia kisah melakukan wisata religi di Makam Ki Buyut Somad dan Ki Buyut Syawal yang harus kalian semua ketahui. Simak selengkapnya! 

1. Makam Ki Buyut Somad

Setelah hari raya idul fitri atau lebaran biasanya bagi sebagian orang memilih untuk berwisata ke lokasi yang memang tengah hits di media sosial. Berkunjung ke lokasi wisata juga biasanya dilakukan dengan orang-orang terdekat, seperti misalnya dengan keluarga, teman, sahabat, atau bahkan dengan pasangan. 

Namun berbeda dengan sebagian masyarakat Kota Cilegon, hal tersebut dikarenakan kebanyakan dari mereka justru memilih melakukan wisata religi ke Makam Ki Buyut Somad. 

Bukan hanya masyarakatnya saja yang melakukan ziarah, dikutip dari Laman indobet88 Wali Kota Cilegon bersama para camat juga mengunjungi makam yang dianggap keramat itu.

Sebenarnya tidak hanya warga Kota Cilegon saja yang melakukan ziarah tapi juga masyarakat dari luar kota terus saja berdatangan. Usut punya usut, Makam Ki Buyut Somad ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dengan kisah dibaliknya yang sangat luar biasa. 

Adanya Makam Ki Buyut Somad ini dikisahkan, jadi ketika terjadi letusan Gunung Krakatau bagi warga yang berkumpul di Makom Karomah aman tidak terkena letusan apapun menurut cerita orang-orang tua.

Tidak heran jika dari kisah tersebut, banyak masyarakat sekarang yang percaya akan Ki Buyut Somad yang semasa hidupnya mempunyai karomah atau keistimewaan seperti waliyullah. Lantas apa yang dimaksud dengan waliyullah? 

Jadi waliyullah adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada seseorang yang dianggap memiliki kedekatan khusus dengan Allah dan dianggap sebagai wali (teman atau pelindung) Allah. 

Istilah ini memiliki arti harfiah "Wali Allah" atau "Temannya Allah". Konsep waliyullah memiliki signifikansi spiritual dan religius dalam tradisi Islam.

Orang yang dianggap sebagai waliyullah memiliki hubungan spiritual yang dalam dengan Allah, dan diyakini memiliki ciri-ciri tertentu, seperti kesalehan, ketakwaan, kebijaksanaan, dan pemahaman mendalam tentang ajaran agama. 

Mereka dianggap memiliki kemampuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih intens melalui ibadah, doa, dan pengabdian yang tinggi.

Waliyullah juga dianggap memiliki kemampuan untuk memberikan bimbingan spiritual kepada orang lain dan membantu mereka dalam pencarian kebenaran dan jalan menuju Allah. 

Mereka sering kali dikenal karena mujizat atau keajaiban spiritual yang diyakini sebagai bukti keberadaan hubungan khusus mereka dengan Allah.

Makam yang berlokasi di Lingkungan Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon ini juga terdapat makam istri Ki Buyut Somad yang bernama Siti Hasanah binti Ki Mudakir dan anaknya.

2. Makam Ki Buyut Syawal Masih Misterius

Bukan hanya Ki Buyut Somad saja yang dipercaya banyak masyarakat sebagai waliyullah, Ki Buyut Syawal juga disebut-sebut sebagai salah satu leluhur di makam kuno, Desa Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Meski banyak dikunjungi masyarakat, namun sayang hingga saat ini belum diketahui secara jelas siapa Ki Buyut Syawal sebenarnya. 

Slamet salah satu juru kunci makam bahkan mengungkapkan jika dirinya pernah diamanatkan oleh orang tuanya untuk menjaga makam Ki Buyut Syawal agar dirawat secara baik. Ia juga mengaku jika tidak tahu makam Ki Buyut Syawal yang mana. 

Hal tersebut dikarenakan adanya tiga makam kuno yang berbeda pada lokasi tersebut, dan salah satunya memiliki ketinggian yang berbeda jika dibandingkan dengan dua makam lainnya. 

Seperti dikutip dari laman Retizen, di Desa Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, terdapat sejumlah makam serta situs kuno yang sakral dan bersejarah.

Namun, beberapa makam kuno di Desa Kesenden Kota Cirebon kondisinya sudah tidak baik. Ada juga situs keramat yang tersebar di RW 01, 02, 03, 08 dan 06 Desa Kesenden, Kecamatan Kejaksan. 

Sayangnya, tidak seperti Makam Ki Buyut Syawal yang masih dilakukan perawatan hingga saat ini, makam-makam lain yang berada di lokasi bebeda justru sangat memperihatinkan karena tidak terawat sama sekali.  

Lantas Apa Hukum Dalam Islam Ketika Melakukan Wisata Religi? 

Dalam Islam, wisata religi atau melakukan perjalanan untuk tujuan agama memiliki kedudukan penting. Aktivitas ini dianjurkan dan dianggap sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan pemahaman agama, serta merasakan pengalaman spiritual yang lebih dalam. 

Hukum agama Islam melihat positif terhadap wisata religi, asalkan dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan ajaran agama. Wisata religi harus dilakukan dengan niat yang murni, yaitu untuk memperdalam iman, mendekatkan diri kepada Allah, dan mendapatkan manfaat spiritual.

Wisata religi dapat membantu umat Islam mengenal dan menghargai warisan sejarah dan budaya Islam, serta mengunjungi tempat-tempat suci dan bersejarah yang terkait dengan ajaran agama. 

Bahkan dapat memberikan kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang ajaran agama, sejarah Islam, dan kehidupan para tokoh agama yang berperan penting.

Namun, tetaplah diingat bahwa dalam menjalankan wisata religi seperti misalnya berziarah ke Makam Ki Buyut Somad dan Ki Buyut Syawal ini, penting untuk menghormati adat istiadat dan aturan setempat di negara atau tempat yang dikunjungi. 

Selalu pertimbangkan etika dan norma-norma sosial yang berlaku. Dalam keseluruhan, wisata religi dalam Islam adalah cara untuk memperdalam pengalaman spiritual dan memperkaya pemahaman agama.