Inilah Cara Menanam Kelengkeng dari Biji, Yuk Simak!
Tanaman Kelengkeng | Foto : Media Cirebon 

Media Cirebon - Buah kelengkeng ialah salah satu jenis buah eksotik yang berasal dari Asia. Buah kelengkeng tumbuh subur di sejumlah negara di Asia, termasuk Vietnam, Thailand, Taiwan, serta Tiongkok.

Buah kelengkeng memiliki daging yang berwarna putih dan sedikit transparan, kaya akan kandungan air, serta memiliki satu biji hitam tunggal yang terletak di tengah daging buahnya.

Ternyata, buah kelengkeng memiliki manfaat kesehatan yang sangat beragam. Buah ini mengandung banyak polifenol yang berperan sebagai anti-kanker dan anti-peradangan bagi tubuh.

Dikarenakan manfaatnya yang sangat beragam, tidak mengherankan jika banyak orang yang ingin mengetahui cara menanam pohon kelengkeng agar dapat berbuah dengan cepat. Namun sebelum itu, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu cara menanam kelengkeng dari biji.

Varietas kelengkeng

Varietas kelengkeng
Selfi dipohon Klengkeng | Foto : Media Cirebon 

Biji kelengkeng dapat dipilih dari berbagai varietas kelengkeng yang tersedia, seperti:

  • Kelengkeng Bali: memiliki daging buah yang manis dan tebal dengan biji yang kecil.
  • Kelengkeng Kristal: memiliki kulit tipis, daging buah yang manis, dan biji yang kecil.
  • Kelengkeng Hong: memiliki kulit berwarna merah dan daging buah yang manis.
  • Kelengkeng Siip: memiliki kulit yang lebih tebal dan daging buah yang berair dengan biji yang kecil.
  • Kelengkeng Merah: memiliki kulit berwarna merah tua dan daging buah yang manis dengan biji yang kecil.
  • Kelengkeng Vietnam: memiliki kulit berwarna coklat kehitaman dan daging buah yang manis dengan biji yang besar.
  • Kelengkeng Thailand: memiliki kulit berwarna merah muda dan daging buah yang manis dengan biji yang kecil.
  • Kelengkeng Taiwan: memiliki kulit tipis, daging buah yang manis, dan biji yang kecil.
  • Kelengkeng Mamoncillo: memiliki kulit tebal dan daging buah yang manis dengan biji yang besar.

Seperti halnya dalam penanaman anggur dari biji, dalam menanam kelengkeng dari biji, biji yang digunakan harus segar dan berasal dari buah yang baru saja dipanen atau jatuh. Selanjutnya, biji harus segera diolah sebagai tahap awal dalam penanaman pohon kelengkeng.

Biji kelengkeng

Biji kelengkeng
Buah Klengkeng | Foto : Media Cirebon 

Setelah diperoleh dari buah kelengkeng yang segar, biji kelengkeng harus segera diolah. Jika tidak, biji tersebut akan sulit untuk tumbuh. Tahap awal dalam penanaman kelengkeng dari biji adalah dengan memisahkan biji dari buahnya.

Langkah selanjutnya adalah mengupas lapisan kulit terluar biji kelengkeng menggunakan pisau. Proses ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar biji kelengkeng tidak teriris atau terbelah. Jika kesulitan dalam mengupas kulit biji kelengkeng, dapat direndam dalam air semalaman sebelum diupas.

Tujuannya adalah untuk melunakkan kulit biji dan membuatnya lebih mudah untuk dikupas. Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah selanjutnya yang perlu dilakukan:

  • Rendam biji kelengkeng dalam air hangat selama sekitar 24 jam.
  • Setelah 24 jam, buang kulit biji yang sudah melunak dengan menggunakan tangan atau pisau kecil.
  • Bersihkan biji kelengkeng dari sisa-sisa kulit dengan menggunakan air bersih.
  • Jemur biji kelengkeng selama 1-2 hari di tempat yang terkena sinar matahari langsung hingga kulit biji mengering dan mengeras.

Penting untuk diingat bahwa menanam biji kelengkeng terlalu dalam dapat menyebabkan akar yang berkembang menjadi busuk dan munculnya lebih dari satu kecambah pohon. Oleh karena itu, penting untuk menanam biji dengan kedalaman yang tepat. Selain itu, perlu memperhatikan jumlah air yang diberikan untuk menyiram biji yang baru ditanam.

Disarankan untuk memberikan air hanya untuk melembabkan tanah di dalam pot saja, dan memperhatikan untuk tidak memberikan terlalu banyak air agar tanah tidak menjadi terlalu basah. Selain itu, disarankan untuk menyiram biji secara rutin untuk menjaga kelembaban tanah. Pemilihan jenis tanah yang sesuai juga penting untuk menjamin pertumbuhan yang sehat, sehingga sebaiknya memilih jenis tanah yang kaya nutrisi dan memiliki drainase yang baik.

Pohon kelengkeng kecil

Pohon kelengkeng kecil
Pohon Klengkeng Kecil | Foto : Media Cirebon 

Proses waktu yang dibutuhkan untuk biji kelengkeng tumbuh menjadi kecambah adalah sekitar 7-15 hari. Setelah pohon kelengkeng kecil mulai tumbuh, sebaiknya tetap biarkan di dalam pot terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke tanah. Selain itu, perlu diberikan perawatan yang baik terhadap pohon kelengkeng kecil, seperti:

  • Menyiram secara teratur - Jangan sampai tanah dalam pot terlalu kering atau terlalu basah. Pastikan untuk menyiram biji kelengkeng secara teratur dan cukup.
  • Memberikan pupuk - Setelah beberapa minggu, pohon kelengkeng kecil akan membutuhkan nutrisi tambahan. Berikan pupuk yang cocok untuk pohon kelengkeng secara berkala.
  • Pencahayaan - Pastikan pohon kelengkeng kecil mendapatkan cukup sinar matahari. Tempatkan pot di tempat yang cukup terkena cahaya sinar matahari.
  • Perlindungan dari hama dan penyakit - Periksa secara rutin apakah ada tanda-tanda serangan hama atau penyakit pada pohon kelengkeng kecil. Jika ada, segera atasi dengan cara yang tepat.
  • Memotong ranting yang rusak - Jangan biarkan ranting yang rusak terus tumbuh pada pohon kelengkeng kecil. Potong ranting tersebut agar tidak mengganggu pertumbuhan pohon kelengkeng secara keseluruhan.

Saat fase pertumbuhan awal, perawatan pohon kelengkeng yang baru tumbuh sangatlah penting. Pastikan bahwa tanah dalam pot tidak terlalu lembab, karena kelebihan air dapat mengakibatkan busuk pada akar dan tanaman.

Untuk merawat pohon kelengkeng yang baru tumbuh, sebaiknya perhatikan juga kebutuhan sinar matahari yang cukup. Pohon kelengkeng memerlukan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Namun, hindari juga paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan karena dapat menyebabkan dedaunan pohon menjadi kering dan layu.

Pohon kelengkeng kecil membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup untuk dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, penting untuk menjaga suhu di sekitar pohon tetap hangat, yakni sekitar 21°C, dan kelembaban udara sekitar 80%.

Kemudian, perlu menunggu hingga pohon kelengkeng kecil tumbuh dengan setidaknya 6 helai daun sebelum dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar.

Setelah memindahkan pohon kelengkeng ke dalam pot yang lebih besar, pastikan bahwa kondisi tanah dan pot memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh pohon kelengkeng. Selanjutnya, ketika akar pohon kelengkeng sudah mulai terlihat dari permukaan tanah, pohon tersebut siap untuk dipindahkan ke tanah kebun.

Tanah, air dan pupuk

Tanah, air dan pupuk
Booster Klengkeng | Foto : Media Cirebon 

Dalam proses pertumbuhan dari pohon kelengkeng yang masih kecil hingga mencapai tahap pohon kelengkeng dewasa, perhatian utama harus diberikan pada faktor-faktor tanah, air, dan pupuk yang terus dipantau dan diperhatikan.

1. Tanah


Setelah pohon kelengkeng dipindahkan ke tanah yang lebih luas (tidak dalam pot lagi), umumnya pohon tersebut dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, baik yang kering maupun yang berpasir, berkapur, dan bahkan berbatu. Namun, yang paling penting adalah:

  • Untuk memastikan kondisi optimal bagi pertumbuhan pohon kelengkeng, disarankan untuk menjaga kebersihan area sekitar pohon dengan cara membersihkan rumput dan gulma yang tumbuh di sekitarnya secara teratur.
  • Untuk menjaga kelembaban tanah di sekitar pohon kelengkeng, disarankan untuk menggunakan bahan-bahan organik seperti daun, jerami, kulit kayu, atau bahkan biji pohon pinus sebagai penutup tanah di sekitar pangkal pohon. 

2. Air


Untuk menghasilkan pohon kelengkeng yang produktif, akar pohon harus berkembang dengan baik. Akar yang ideal adalah akar yang dapat tumbuh merambat di bawah permukaan tanah dan menjangkau lapisan tanah yang lebih dalam. 

Pada saat menyiram pohon kelengkeng yang baru tumbuh, air dapat disiram dari atas tanah. Namun, kunci penting dalam proses penyiraman ini adalah untuk tidak terlalu sering menyiramnya.

Namun, ketika pohon kelengkeng sudah mulai berbunga, hal yang berbeda diperlukan. Pada saat munculnya bunga, disarankan untuk menyiram pohon secara teratur hingga buah kelengkeng muncul, agar kelembaban tanah tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan buah dengan baik.

3. Pupuk


Untuk pohon kelengkeng yang baru tumbuh, disarankan untuk menggunakan pupuk yang terdiri dari campuran pupuk organik dan anorganik, seperti pupuk cair atau pupuk kompos. Hal ini dapat membantu menyediakan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan pohon kelengkeng dan meningkatkan produktivitas tanaman secara keseluruhan.

Pemberian pupuk pada pohon kelengkeng dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan menaburkannya di tanah sekitar pohon dengan jarak sekitar 25 cm dari batang pohon. Setelah itu, disarankan untuk menyiram pupuk dengan air yang cukup agar nutrisi dapat meresap ke dalam tanah dan terserap oleh akar pohon kelengkeng dengan baik.

Jadwal pemberian pupuk dapat diikuti sesuai dengan panduan berikut:

  • Awal musim semi: Pupuk dapat diberikan pada awal musim semi, ketika pohon kelengkeng mulai tumbuh kembali setelah musim dingin. Pada saat ini, dapat digunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos, yang dapat membantu menyediakan nutrisi penting bagi pertumbuhan awal pohon.
  • Pertengahan musim panas: Pada pertengahan musim panas, ketika pohon kelengkeng mulai berkembang dan menghasilkan buah, pemberian pupuk dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi buah. Pada saat ini, dapat digunakan pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfor, seperti pupuk NPK, untuk membantu meningkatkan produksi buah dan kualitasnya.
  • Akhir musim gugur: Pada akhir musim gugur, ketika pohon kelengkeng memasuki masa dormansi, pemberian pupuk dapat membantu mempersiapkan pohon untuk musim dingin yang akan datang. Pada saat ini, dapat digunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos, yang dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi penting bagi pertumbuhan pohon pada musim depan.

Pemangkasan

Pemangkasan
Pemangkasan Pohon Klengkeng | Foto : Berbagai Sumber 

Pemangkasan pohon kelengkeng merupakan hal yang sangat penting. Proses pemangkasan ini melibatkan pemotongan sejumlah ranting dan buah dari pohon agar hasil panen yang dihasilkan dapat maksimal.

Bunga kelengkeng dapat menghasilkan lebih dari 150 calon buah kelengkeng baru, jumlahnya yang sangat besar. Namun, apabila dibiarkan tumbuh tanpa ada intervensi, buah-buah tersebut akan tumbuh dengan ukuran yang kecil.

Pemangkasan dilakukan dengan tujuan mengurangi jumlah calon buah kelengkeng yang akan tumbuh dan menghasilkan buah kelengkeng dengan ukuran yang lebih besar. Proses pemangkasan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pertama-tama, memeriksa ranting-ranting yang memiliki kemungkinan untuk menghasilkan buah kelengkeng dengan ukuran kecil atau buah yang rusak.
  • Kemudian, potonglah ranting-ranting tersebut secara hati-hati dengan menggunakan alat pemangkas yang bersih dan tajam.
  • Setelah itu, pastikan bahwa ranting yang tersisa memiliki ruang yang cukup untuk pertumbuhan buah kelengkeng yang sehat dan ukuran yang optimal.
  • Akhirnya, pastikan juga bahwa pohon kelengkeng memiliki cahaya matahari yang cukup dan disiram secara teratur untuk memastikan pertumbuhan buah yang sehat dan berkualitas.

Dengan melakukan pemangkasan pohon kelengkeng secara teratur dan tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi buah kelengkeng yang dihasilkan. Selain itu, dengan menjaga kondisi pohon kelengkeng yang optimal, diharapkan dapat memperpanjang masa panen dan menjaga kelestarian pohon untuk masa depan.