Bagaimana Sejarah Seni Lukis? Simak Penjelasan Lengkapnya
Sejarah Seni Lukis | Foto : Media Cirebon

Media Cirebon - Selama ini Anda akan sering menemukan lukisan-lukisan indah yang membuat Anda berdecak kagum. Hasil lukisan tersebut termasuk dalam kategori lukisan. Sebenarnya apa itu seni lukis? Bagaimana Sejarah Seni Lukis? Apa saja elemennya? Nah, jangan khawatir karena kamu akan menemukan penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

Pengertian Seni Lukis


Seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa. Itu diungkapkan dalam media garis, tekstur, warna, bidang, dan bentuk. Dalam penyajiannya dapat dilakukan dalam dua dimensi seperti papan, kertas, kain, kanvas, dan sebagainya. Hasil seni inilah yang disebut lukisan.

Sejarah Seni Lukis


Lukisan sebenarnya sudah ada sejak zaman prasejarah. Dilihat dari peninggalan artistik yang menggambarkan berbagai cerita di dinding gua dan sebagainya. Seni lukis ini mulai semakin berkembang pada masa Renaisans yang telah membuktikan adanya pelukis-pelukis hebat.

Bagaimana dengan sejarah di negara kita sendiri? Seni lukis di Indonesia dimulai dengan masuknya Belanda di Indonesia. Setelah aliran lukisan romantis, tahap selanjutnya adalah tema kerakyatan.

Unsur Seni Lukis


Berbicara mengenai seni lukis ternyata di dalam prakteknya memiliki unsur-unsur yang membuatnya tercipta sebuah karya seni. Setidaknya secara umum ada dua unsur, yaitu unsur visual dan non visual. Unsur visual itu sendiri terdiri dari:


Unsur Visual


1. Titik


Anda harus tahu elemen yang satu ini. Unsur yang menandai akhir kalimat ini adalah unsur lukisan yang pertama. Dapat dikatakan bahwa itu adalah elemen yang paling penting dan mendasar. Semua gambar yang dibuat adalah kumpulan titik-titik.

2. Garis


Unsur lukisan yang kedua adalah garis. Garis dapat dikatakan sebagai titik yang memanjang dan linier. Biasanya garis ini berfungsi sebagai pembatas antara beberapa gambar yang ada. Garis dibedakan menjadi dua, yaitu garis alam dan garis buatan. Garis alam adalah garis yang memiliki objek yang dibatasi. 

3. Bidang


Unsur lukisan yang ketiga adalah bidang. Adanya field mampu membentuk gambar yang lebih nyata dan terlihat hidup. Contoh bidang yang dapat diamati dan dipanggil adalah seperti kubus, balok, prisma, dan sebagainya.

4. Warna


Unsur visual yang terakhir adalah warna. Dengan adanya unsur warna menjadi unsur pelengkap bagi unsur lainnya. Elemen visual yang satu ini juga dapat membuat bentuk gambar dan bentuk yang telah dibuat menjadi lebih indah.

Sebenarnya ada berbagai macam warna. Yang jelas warna primerlah yang pada akhirnya menyebabkan adanya warna lain. Contoh warna primer adalah putih, merah, dan biru. Warna dapat mewujudkan gambar dan bentuk yang Anda buat. Setelah mengetahui unsur visual, sekarang kita beralih ke unsur non visual.

Unsur Non Visual


1. Imajinasi


Imajinasi dapat dikatakan sebagai kreativitas yang dimiliki oleh manusia. Anda bisa menuangkan apapun yang Anda bayangkan pada media untuk membuat sebuah lukisan. Semakin tidak terduga imajinasi Anda, biasanya semakin mahal lukisan yang Anda buat.


2. Pandangan Hidup Dan Juga Pengalaman


Inilah yang membuat satu tema lukisan menghasilkan lukisan yang berbeda. Hal ini karena setiap pelukis memiliki pengalaman dan pandangan hidup yang berbeda satu sama lain.

3. Konsep


Konsepnya adalah sketsa awal; dalam menggambar sebelum benar-benar menumpahkan unsur visual dalam media lukisan.

Macam-Macam Aliran Seni Lukis


Ada berbagai macam aliran yang ada dalam seni lukis dimana setiap aliran umumnya memiliki ciri khas tersendiri. Apa saja jenis aliran yang berbeda? Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Aliran Surealisme


Aliran lukisan ini terkait erat dengan dunia fantasi. Dalam aliran ini, Anda dapat mengekspresikan berbagai gambar yang tidak masuk akal atau bersifat imajiner, meskipun objek yang dituju tetap natural.

2. Aliran Kubisme


Mendengar namanya, pasti Anda teringat akan bentuk kubus dalam matematika, bukan? Ya, garis seni lukis ini memang memiliki prinsip dalam menggambarkan bentuk objek dengan cara distorsi, overlap, transparansi, pemotongan, dan lain sebagainya. Nah, teknik ini dilakukan dengan cara mendekati bentuk-bentuk geometris seperti kubus, balok, bola, kerucut, dan sebagainya.

3. Aliran Romantisme


Di sini, lukisan-lukisan yang dibuat digambarkan secara dramatis dan istimewa. Umumnya digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang bersifat romantis seperti tragedi, sejarah, atau pemandangan alam. Aliran lukisan ini dianggap statis dan juga kaku.

4. Aliran Ekspresionisme


Dalam genre ini, pelukis berusaha melebih-lebihkan realitas yang ada dengan bentuk dan warna agar gambarnya menimbulkan emosi yang nyata. 


5. Aliran Impresionisme


Untuk genre yang satu ini, ia mencoba menampilkan lukisan berdasarkan fakta alam. Biasanya berupa garis buram dan tidak detail. Bisa dikatakan kebalikan dari aliran ekspresionisme.

Demikian ulasan artikel tentang Bagaimana Sejarah Seni Lukis seperti yang dilansir slot, Semoga bermanfaat.